Friday, 5 August 2011

"SHORTCUT" way to JOGJA

Hei pada kesempatan ini gw mau ngepost tentang perjalanan trip gw ke jogja hehe, sebenernya sih udah hampir sebulan yang lalu, tapi baru sempet gw post sekarang...

Oh iya ini bukan trip ngelewatin jalan pintas ya, gw takutnya ekspektasi kalian gw ke jogja lewat jalan pintas, FYI gw bukan doraemon yang punya pintu kemana saja, bukan transporter juga, dan yang paling penting gw bukan babi ngepet yang suka nyari "something dengan jalan pintas (yang terakhir abaikan saja -_-) hehe...

So kenapa gw kasih judul " "SHORTCUT" WAY TO JOGJA ", karena gw trip bareng sama temen2 sperkumpulan gw ya yang officially dikasih nama "SHORTCUT", ya monolognya segitu aja ya gw capek hhmm :|

Tepatnya tgl 13 agustus gw berangkat dari jkt naek bis "ML" (what?! Bis "BERCINTA"?!) eits jangan ngeres dulu ya masbro mbakbro(loh?!), pas pertama denger juga gw mikir ini nama bis-nya absurd bener ya -___-, dan ternyata eh ternyata ML itu kepanjangan dari MAJU LANCAR (lagian nyari nama gak ada yang bisa disingkat lebih bagus apa ya?), yak skip saja yang ini, kita naik bis ini dari daerrah cijantung jalan jam 3an sore dan sampe jogja sekitar jam 6 pagi dan sampe gunung kidul jam setengah 8an lah, well ada yang terlalu menarik sih selama perjalanan soalnya gw kebanyakan tidur hahahaha tapi pantat gw pegel naudzubillah deh (gak penting)...

Ya setelah sampe di Gunung Kidul tepatnya di Wonosari kita stay 2 hari 1 malem di rumah pakdenya nanda, dan hari pertama kita lgsg ke pantai yang katanya tempat nyi roro kidul a.k.a pantai selatan kalo gak salah ya :D, nah jalan2 ke pantainya bakal gw post nanti hehe....

Nah abis dari rumah pakdenya nanda kita turun ke kota JOGJAnya sodara2, di JOGJA kita nginep di rumah warga yang tentunya bayar (YA IYALAH TO MASA MAU GRATISAN?!), disana kita ya sama lah 2 hari 1 malem juga itungannya, nah di JOGJA kita melakukan hal ya layaknya orang2 yang lagi trip  ke JOGJA gimana sih lo tau kan? (mulai stres ngomong sendiri) mulai dari blanja ke malioboro, ke keraton,makan diangkringan, nah tapi ada satu hal nih yang bikin beda trip kita sama orang2 laen, kita banyak berkomunikasi sama makhluk2 astral a.k.a SETAN -___- gw sih gak bangga gak tau deh kalo yang laen :|...

Yak akhirnya kita pulang satnight (azeeek), kita mutusin buat naek kereta "EKO" hmm gw sih ngebayanginnya biasa aja tapi THE FACT 180 derajat dari perkiraan gw hmm -_- (mau yang enak mah naek pesawat to ckck), nah disini banyak kejadian lucu nih tapi gw post tersendiri aja nanti ya haha, dan jam stgh 4 kita nyampe di jekardah untungnya dijemput pa'enya si Bayu, makasih pa'e :D

Nah begitulah gambaran trip gw sama "Shorcut" kemaren saking bermakna-nya sampe gak bisa diungkapin sama kata-kata (alesan lu to, bilang aja emang lo gak ngasih hal yang bermakna haha<----mulai stress lagi :|)

thanks untuk semua karakter(lo kira film ato game?!) eh maksudnya segala pihak yang tersangkut(emang layangan? -__- ) maksud gw yang udah take a part sama liburan "SHORTCUT":
-Pa'e sama Ma'e nya Bayu
-Supir bis ML (Maju Lancar)
-Kel. Pakdenya Nanda
-Mbah yang punya penginapan
-Si bule kamar sebelah (hahaha)
- dan yang jelas kalian "SHORTCUT"

"SHORTCUT"

Tuesday, 19 July 2011

"THE BEGINING"

          Hei longtime no posting, gw gak posting bukan karna gw sibuk atau apa tapi karna emang tadinya gw kurang tertarik sama dunia per-BLOG-ingan -___-"

          Oh iya pada postingan ini gw ngasih judul "THE BEGINNING" kenapa? ya karna gw baru mau mulai mencoba masuk dalam dunia per-BLOG-ingan ini hehe (sebenernya sih gak penting juga ya gw ngepost hal ini gak ada yang baca juga gitu hahahahahASURAM -__-

          Alasannya sih selain dari kemauan gw sendiri juga gw terinspirasi dari blog2 penulis2 yang udah sering gw baca bukunya dan juga beberapa temen dan senior gw juga, gw ngerasa kok kayaknya mereka seru gitu nge-BLOG :D, jadi gw memutuskan buat serius nge-BLOG juga hehe

          Gw sih berharap postingan gw bisa selalu usefull, walaupun gw gak tau bergunanya buat apa, entah bikin galau lo ilang, bikin lo seneng, atau bahkan bikin lo semua puas menertawakan gw kalo ada cerita gw yg bodoh, so let see apa aja yang akan gw posting :))

Wednesday, 30 March 2011

Indirect Speech


Indirect Speech adalah kalimat tak langsung, yaitu kalimat yang dikatakan olehh orang lain (mungkin di tempat dan waktu yang berbeda) berdasarkan apa yang dikatakan langsung oleh penutur pertama. “Indirect Speech” disebut juga reported speech atau quoted speech.

1. Dalam indirect speech, “the past continuous tense” yang digunakan dengan when clause tidak mengalami perubahan.

2. Dalam British English, penulisan tanda kutip menggunakan tanda kutip satu (‘ ‘), sedangkan dalam American English, penulisannya menggunakan tanda kutip dua (“ “).

3. ‘should’ yang digunakan dengan I dan We (British) mempunyai arti akan bukan sebaliknya.
‘should’ berubah menjadi would dalam indirect speech.
Contoh:
 He said that he would be happy
a) He said, ‘ I should be happy.’
b) He said, ‘I shall be happy.’  He said that he would be happy
à

4. Untuk suatu pernyataan yang benar secara universal. Kita dapat menggunakan the simple
present tense da dalam noun clause.
Contoh:
a) He said that the sun rises in the east.
b) He said that the sun rose in the east.

5. Jika introductory verb atau kata kerja dalam klausa utama dalam bentuk the simple present,
the present perfect atau the dimple future tense, maka dalam indirect speech tidak mengalami perubahan.
Contoh:
a) He says that he is trying to work carefully.
b) She has said that she will never be late again.

CONTOH:
Direct Speech Indirect Speech
1)  He said, ‘I work Hard.’ He said (that) he worked hard
2)  He said (that)he was working hard. He said, ‘I am working hard.’
3)  He said, ‘I will work hard.’ He said (that) He would work hard
4)  He said (that) he had been working hard. He said, ‘I was working hard.’
5)  He said, ‘I worked hard.’ He said (that) he had worked hard
6)  He said (that) he had worked hard. He said, ‘I have worked hard.’
7)  He said (that) he was going to work hard. He said, ‘I am going to work hard.’
8)  He said, ‘I can work hard.’ He said (that) he could work hard
9)  He said, ‘I may work hard.’ He said (that) he might work hard
10)He said (that) he might work hard. He said, ‘I might work hard.’
11)He said, ‘I must work hard.’ He said (that) he must/had to work hard
12)He said (that) he had to work hard. He said, ‘I have to work hard.’
13)He said, ‘work hard.’ He told me to work hard
14)He said (that) he should work hard. He said, ‘I should work hard.’
15)He said, ‘Don’t leave.’ He told me not to leave
16)He said, ‘Will you come?’ He asked if (wheter or not) I would go.
17)He asked, ‘where are you?’ He asked me where I was
18)He said (that) he was talking to his teacher when Ann called him. He said, ‘I was talking to my teacher when Ann called me.’

Perhatikan perubahan kata keterangan waktu dan kata kerja di dalam Indirect Speech
Direct Speech Indirect Speech
  • Then, at that moment (pada waktu itu),Now (sekarang)
  • That thay (hari itu),Today (hari ini)
  • The day before, the previous day (sehari sebelumnya),Yesterday (Kemarin)
  • The night before, the previous night (semalam sebelumnya),Last night (semalam)
  • the week before, the previous week (seminggu sebelumnya),Last week (minggu lalu)
  • Two days before (dua hari sebelumnya),Two days ago (dua hari lalu)
  • a week before, the previous week (seminggu sebelumnya),A week ago (seminggu lalu)
  • A month before, the previous month (sebulan sebelumnya),A month ago (sebulan lalu)
  • a year before, the previous year (setahun sebelumnya),A year ago (setahun lalu)
  • the following day, the next day (hari berikutnya),Tomorrow (besok)
  • the following week (minggu berikutnya),Next week (minggu depan)
  • the following month (bulan berikutnya),Next month (bulan depan)
  • the following year (tahun berikutnya),Next year (tahun depan)
  • the following Monday (senin berikutnya),Next Monday (senin depan)
  • there (disana),Here (disini)
  • over there (disebelah sana),Over here (di sebelah sini)
  • that (itu),This (ini)
  • those (itu),These (ini)

Contoh:
1. He asked wheter (or not) I had stayed there. He asked, ‘Did you stay here?’
2. He said (that) he had been sick two days before/earlier, He said, ‘I was sick two days ago.’
3. He said (that) he would the following/next day, He said, ‘I will work tomorrow.’
4. He said (that) he had arrived the day before/the previous day, He said, ‘I arrived yesterday.’
5. He said (that) he had been there the week before, He said, ‘I was there last week.’

Monday, 21 February 2011

ADVERBIAL CLAUSE

Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni menerangkan verb.
Adverbial Clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan meaning (arti/maksud) dari Conjunction (kata penghubung yang mendahuluinya).

Jenis-jenis Adverbial Clause antara lain:


1. Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti after, before, no sooner, while, as, dll.
Contoh:
• Shut the door before you go out.
• You may begin when(ever) you are ready.
While he was walking home, he saw an accident.
By the time I arrive, Alex will have left.
No sooner had she entered than he gave an order.

2. Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction seperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll.
Contoh:
• They sat down wherever they could find empty seats
• The guard stood where he was positioned.
Where there is a will, there is a way.
Where there is poverty, there we find discontent and unrest.
• Go where you like.

3. Clause of Contrast (or Concession)
Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yang saling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the time, dll.
Contoh:
As the time you were sleeping, we were working hard.
• Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
Although it is late, we'll stay a little longer.
• He is very friendly, even if he is a clever student.

4. Clause of Manner
Clause yang menunjukkan cara bagaimana suatu pekerjaan dilakukan atau peristiwa terjadi. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti as, how, like, in that, dll.
Contoh:
• He did as I told him.
• You may finish it how you like.
• They may beat us again, like they did in 1978.

5. Clause of Purpose and Result
Clause yang menunjukkan hubungan maksud/tujuan dan hasil. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti (in order) that, so that, in the hope that, to the end that, lest, in case, dll.
Contoh:
• They went to the movie early (in order) to find the best seats.
• She bought a book so (that) she could learn English
• He is saving his money so that he may take a long vacation.
• I am working night and day in the hope that I can finish this book soon.

6. Clause of Cause and Effect
Clause yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Ada beberapa pola membentuk Clause jenis ini. Perhatikan baik-baik.
Contoh:
• Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
• It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
• The soup tastes so good that everyone will ask for more.
• The student had behaved so badly that he was dismissed from the class.

Contoh:
• The Smiths had so many children that they formed their own baseball team.
• I had so few job offers that it wasn't difficult to select one.

Contoh:
• He has invested so much money in the project that he cannot abandon it now.
• The grass received so little water that it turned brown in the heat.

Contoh:
• It was such a hot day that we decided to stay indoors. ATAU It was so hot a day that we decided to stay indoors.
• It was such an interesting book that he couldn't put it down. ATAU It was so interesting a book that he couldn't put it down.

Contoh:
• She has such exceptional abilities that everyone is jealous of her.
• They are such beautiful pictures that everybody will want one.
• Perry has had such bad luck that he's decided not to gamble.
• This is such difficult homework that I will never finish it.

Di samping itu, untuk mengungkapkan hubungan cause and effect (sebab dan akibat) dapat digunakan pola lain, yaitu:

a.) Menggunakan Preposition (kata depan) seperti because of, due to, due to the fact that, dll
Contoh:
Because of the cold weather, we stayed home. (=We stayed home because of the cold weather)
Due to the cold weather, we stayed home. (=We stayed home due to the cold weather)
Due to the fact that the weather was cold, we stayed home. (=We stayed home due to the fact that the weather was cold)

b.) Menggunakan kata conjunction (kata penghubung) seperti because, since, now, that, as, as long as, in as much as
Contoh:
Because he was sleepy, he went to bed.
Since he's not interested in classical music, he decided not to go to the concert.
As she had nothing in particular to do, she called up a friend and asked her if she wanted to take in a movie.
In as much as the two government leaders could not reach an agreement, the possibilities for peace are still remote.

c.) Menggunakan transition words seperti therefore, consequently.
Contoh:
• Alex failed the test because he didn't study.
• Alex didn't study. Therefore, he failed the test.
• Alex didn't study. Consequently, he failed the test.

NOTE:
Beberapa Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrases dengan cara:

A.) Menghilangkan subjek dari dependent Clause dan verb (be).


Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : While I was walking to class, I ran into an old friend.
b. MODIFYING PHRASE : While walking to class, I ran into an old friend.

B.) Jika dalam Adverb Clause tidak ada be, hilangkanlah subjek dan ubahlah verb dalam Adverb Clause itu menjadi bentuk -ing.


Contoh:
a. ADVERB CLAUSE : Before I left for work, I ate breakfast.
b. MODIFYING PHRASE : Before leaving for work, I ate breakfast.

Adverb Clause dapat diubah menjadi Modifying Phrase jika subjek dari adverb Clause dan subjek dari main Clause sama.


Contoh:
A.) DAPAT DIRUBAH
• While I was sitting in class, I fell asleep MENJADI While sitting in class, I fell asleep.
• While Ann was sitting in class, she fell asleep MENJADI While sitting in class, Ann fell asleep.
• Since Mary came to this country, she has made many friends MENJADI Since coming to this country, Mary has made many friends.

B.) TIDAK DAPAT DIRUBAH
• While the teacher was lecturing to the class, I fell asleep.
• While we were walking home, a frog hopped across the road in front of us.

7. Clause of Condition
Clause yang menunjukkan adanya persyaratan antara dua kejadian (peristiwa) yang berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunctions seperti if, even if, unless, in the even that, or in even that, in case, provided (that), providing (that), on condition that, if only, suppose (that), supposing (that), dll.
Contoh:
If I see him, I will invite him to the party tomorrow.
• She would forgive her husband everything, if only he would come back to her.
Suppose (that) your house burns down, do you have enough insurance to cover such a loss.
In case a robbery occurs in the hotel, the management must be notified at once.
• The company will agree to arbitration on condition (that) the strike is called off at once.
• We should be able to do the job for you quickly, provided (that) you give us all the necessary information.

sumber : http://ismailmidi.com/berita-89-adverb-clause.html

Wednesday, 15 December 2010

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dan Kemanusiaan

Ilmu budaya dasar

Ilmu budaya dasar di indonesia dikembangkan lebih jauh adalah sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari kata bahasa latin yaitu Humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Ruang lingkup ilmu budaya dasar adalah berbagai aspek kehidupan yang keseluruhannya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi keahlian masing masing. Diharapkan dengan mempelajari ini manusia lebih manusiawi.


Beberapa definisi tentang Ilmu Budaya Dasar ( IBD ) :
>>Ilmu Budaya Dasar, adalah pengetahuan yang dapat memberikan pengetahuan dasar serta pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
>> Ilmu Budaya Dasar, adalah pengetahuan tentang perilaku dasar - dasar dari manusia.
>> Ilmu Budaya Dasar, adalah ilmu gabungan, yang secara bersama atau sendiri dapat dipakai sebagai alat untuk memecahkan masalah manusia sebagai makhluk yang berbudaya, baik dalam kedudukannya sebagai makhluk individu, sosial, maupun ciptaan Tuhan.


Ilmu Budaya Dasar menjadi salah satu usaha mengembangkan kepribadian denga cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai – nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :

>>Mengusahakan penajaman kepekaan terhadap lingkungan budaya, sehingga lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

>> Member kesempatan untuk memperluas pandangan tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut dua hal tersebut.

>>Mengusahakan aga dapat menjadi calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh dalam sifat kedaerahan.



Ilmu Budaya Dasar juga memiliki tujuan, beberapa tujuan tersebut antara lain :
>> Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya dikenal luar saja.
>> Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain.
>> Sebagai bekal penting dalam hidup bergaul.
>> Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia.
>> Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya.
>> Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut serta mengembangkan budaya bangsa serta melestarikannya.
>> Tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan.
>> Mengetahui perilaku manusia dan bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia.
>>Tanggap pada hasil budaya manusia secara mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang dibuatnya.
>>Sebagai calon pemimpin bangsa dan ahli dalam disiplin ilmu supaya tidak jatuh dalam sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku.
>>Mengembangkan daya kritis pada persoalan kemanusiaan dan kebudayaan agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
>>Menambah kemampuan untuk menanggapi masalah nilai - nilai budaya dalam masyarakat.
>>Agar dapat memenuhi tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Dharma Pendidikan.

Ilmu Budaya Dasar memiliki ruang lingkup, ruang lingkup dalam Ilmu budaya dasar antara lain :
>> Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat di dekati dengan menggunakan pengetahuan budaya ( the humanities ).
>> Hakekat manusia yang satu sama lain atau universal akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

Berikut adalah beberapa masalah yang pasti barkaitan dalam konteks budaya suatu negara dan masyarakatnya :
>>Kenyataan bahwa suatu negara terdri atas berbagai budaya dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin sebagai aspek kebudayaannya.
>> Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya yang sehingga dengan sendirinya mental manusia terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauhdari pembentuka nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
>>Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap teknologi yang telah diciptakannya.

Prof.Dr.Harsya bachtiar mengelompokan 3 kelompok tentang ilmu dan pengetahuan, yaitu :

1) Ilmu – ilmu alamiah.
Bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berklaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil ini kemudian digeneralisasi, dan dibuat prediksi. Yang termasuk kelompok – kelompok ilmu alamiah adalah astronomi, kimia, fisika, biologi, kedokteran dan mekanika.

2) Ilmu – ilmu sosial.
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Caranya ialah menggunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan peryataan –pernyataan yang bersifat unik dan kemudian diberi arti. Yang termasuk kelompok ilmu sosial adalah ekonomi, sosiologi, politik, psikologi.

3) Pengetahuan budaya
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengakji hal ini, menggunakan metode pengugkapan peristiwa dan pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti



Kemanusiaan……..
Manusia adalah mahluk yang tak dapat di pisahkan atau hidup sendiri (individu) karena manusia mempunyai rasa ketergantungan satu sama lain yang sangat tinggi. Sejauh apapun berusaha untuk hidup sendiri tetap saja suatu saat nanti pasti akan membutuhkan atau dibutuhkan oleh orang lain. Manusia hidup saling berdampingan satu sama lain, saling melengkapi dan menolong bagi yang membutuhkan pertolongan. banyak hal tang dapat dipelajari dari hidup kebersamaan satu sama lain, bisa mengerti arti kehidupan sesungguhnya yang penuh warna beragam dan menjadi misteri bagi yang menjalankan kehidupannya dengan baik.

Nilai Kemanusiaan
Dalam kehidupan kesehariaanya manusia seringkali dihadapkan pada permasalahan yang kompleks dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda satu sama lain, oleh karena itu di butuhkan suatu nilai yang dapat menjadi kebersamaan untuk menjalin hubungan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Dengan menolong sesama kita dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan atau uluran tangan dari manusia yang dapat membantunya. Dalam berbudaya juga dibutuhkan nilai kemanusiaan yang dapat menjadi simbol untuk saling meenhargai kebudayaan yang dimiliki setiap daerah maupun suku tertentu. Manusai juga di tuntut untuk selalu mencintai dirinya sendiri karena dengan itu dapat mengajrkan betapa pentingnya menghargai sesuatu yang dimiliki seseorang baik kelebihan maupun kekurangan. Pada setiap agama selalu mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung tinggi rasa tenggang rasa satu sama lain, kehidupan yang damai dan tentram akan tercipta apabila setiap individunya mengerti akan makna kehidupan yang sebenarnya.


Kaitan Budaya Dalam Kesustrataan
Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakeketnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga menggunakan bahasa adalah abstraksi. Sastra juga didukyng oleh cerita . dengan cerits rang akan lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang akan lebih mudah menceritakan gagasan-gagasanya dalam bentuk yang tidak normatif.. cabang-cabang seni yang lain juga dapay menarik tanpa cerita, akan tetapi akan sulit bagi penciptanya mengemukakan gagasanya. Dalam musik misalnya, kata kata penciptanya tertelan oleh melodinya.
Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester. Ilmu Budaya Dasar tidak dimasukan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk dalam pengetahuan budaya. Akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata- mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa`dangan cara` memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya dan kesustrataan.

Manusia dan Harapan

I. Definisi harapan

Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan harapan agar dapat dicapai ,memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri,kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada TUHAN.
Contoh;

Saya seorang mahasiswa universitas Gunadarma jurusan Manajemen Ekonomi, saya belajar dengan rajin dengan harapan agar nantinya sewaktu ujian semester saya memperoleh nilai A.

Menurut kodratnya dalam diri manusia terdapat 2 dorongan,yaitu dorongan kodrat serta dorongan kebutuhan hidup.terkait dengan kebutuhan manusia tersebut , abraham maslow mengkategorikan kebutuhan manusia menjadi 5 macam atau disebut juga 5 harapan manusia, yaitu;
1.harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup
2.harapan untuk memperoleh keamanan
3.hak untuk mencintai dan dicintai
4.harapan diterima lingkungan
5.harapan memperoleh perwujudan cita-cita
Dalam mencukupi kebutuhan kodrat maupun kebutuhan, manusia membutuhkan orang lain.

II.HARAPAN SEBAGAI FENOMENA NASIONAL

Artinya harapan ialah sesuatu yang wajar berkembang dalam diri manusia dimanapun berada.mengutip pandangan A.F.C. Wallace dalam bukunya culture and personality , mas abhoe dhari menegaskan bahwa kebutuhan merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian yang merupakan sasaran dari kehendak, harapan ,keinginan,serta emossi seseorang. kebutuhan indifidu dapat dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi:
a)kebutuhan organik individu
1.kebutuhan individu bernilai positive
2.kebutuhan individu bernilai negative

b) Kebutuhan psikologi individu
1.kebutuhan psikologi indifidu bersifat positif

III.KEPERCAYAAN

Kepercayaan berasal dari kata percaya,artinya mengakui atau meyakini akan sesuatu kebenaran. Kepercayaan ialah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Kebenaran menurut Peodjawiyatna adalah merupakan cita – cita orang yang tahu, dalam hal ini kebenaran merupakan kebenaran logis, sehingga manusia selalu memilih sebelum melakukan tindakan apakah tindakan ini salah atau benar menurut keyakinannya.
Dalam bidang logika kebenaran ialah persesuaian antara tahu dan objek yang diketahui (kebenaran logis). kebenaran logis disebut juga kebenaran objektif dan kebenaran etis juga disebut kebenaran subjektif. Jika tidak ada persesuaian antara putusa dan objeknya yang diketahui, maka terdapat dua kemungkinan, yaitu:
1. orang yang mengutarakan putusan keliru.
2. orang yang mengutarakan putusan sengaja mengutarakan tidak sesuai dengan realita yang diketahuinya.

Dasar kepercayaan ialah kebenaran dan sumber kebenaran adalah manusia, oleh karena itu keepercayaan dibedakan atas:
1. kepercayaan pada diri sendiri, yaitu kepercayaan yang harus ditanamkan pada setiap pribadi manusia. hakikatnya kepercayaan kepada tuhan Yang Maha Esa.
2. Kepercayaan pada orang lain, yaitu percaya pada kata hatinya yang berbentuk pada perbuatan kebenaran kepada orang lain. Misalnya pada saudara, teman, orang tua atau siapa saja.
3. Kepercayaan pada pemerintah
4. kepercayaan kepada tuhan, yaitu meyakini bahwa manusia diciptakan oleh tuhan dan manusia harus bertakwa pada tuhannya. Salah satu cara bertakwa adalah mengukuhkan imannya bahwa tuhan merupakan zat yang merupakan kebenaran mutlak.

IV. Manusia dan Harapan

Harapan itu bersifat manusiawi dan dimiliki semua orang. Dalam hubungannya dengan pendidikan moral, untuk mewujudkan harapan perlu di wujudkan hal – hal sebagai berikut:
a. harapan apa yang baik
b. bagaimana mencapai harapan itu
c. bagaimana bila harapan itu tidak tercapai.

Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk hidup di kedua tempat tersebut bahagia. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat dan selalu berharap bahwa hari esok lebih baik dari pada hari ini, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.

V. Nilai – Nilai Budaya Sebagai Tolak Ukur Harapan

Dalam hasil budaya yang berupa sastra, dapat dihayati adanya kandungan nilai budaya yang dibawa penulisnya sebagai gagasan utama. Dalam sastra jawa misalnya antara lain terdapat nilai budaya meliputi:

a. nilai kejuangan dan semangat pengorbanan,
yaitu nilai perjuangan sebagai tolak ukur dan diharapkan dimiliki masyarakat, seperti kesetiaan, kesungguhan, kedisiplinan,dll
b. nilai kerumahtanggaan
yaitu nilai yang diharapkan berkembang dalam etiap keluarga.
c. Nilai kemandirian kaum wanita
Yaitu, Nilai yang diharapkan dapat dimiliki setiap wanita.

VI. Harapan Terakhir

Dalam hidup di dunia, manusia didadapkan pada persoalan yang beragam baik itu masalah positif maupun negative. Untuk menghadapi persoalan hidup tersebut manusia perlu belajar dari manusia lainnya baik formal maupun informal agar memiliki kehidupan yang sejahtera menurut Aristoteles, hidup dan kehidupan itu berasal dari generation spontanea, yang berarti kehidupan itu terjadi dengan sendirinya. Kebutuhan manusia terbagi atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Ada yang dalam pandangan hidupnya hanya ingin memuaskan kehidupan duniawi namun juga ada yang sebaliknya. Terkait dengan tingkat kesadaran kehidupan beragama, manusia akan semakin yakin bahwa mereka akan mati. Dunia serba gemerlap hanya akan ditinggalkan dan akan hidup abadi di alam akhirat.
Dengan pengetahuan serta pengertian agama tentang adanya kehidupan abadi di akhirat, manusia menjalankan ibadahnya. Ia akan menjalankan perintah Tuhan melalui agama, serta menjauhkan diri dari larangan yang diberikan-Nya. Manusia menjalankan hal itu karena sadar sebagai makhluk yang tidak berdaya di hadapan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya sementara dikalahkannya demi kehidupan yang abadi di akherat karena tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya di surga. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang merupakan harapan terakhir manusia.

VI.Kesimpulan

Dari berbagai penjelasan yang sudah dijelaskan di atas, dapat saya simpulkan bahwa seseorang yang tidak memiliki harapan bisa diibaratkan seseorang tersebut mati sebelum waktunya atau seseorang itu mati alam hidupnya, jadi menurut saya setiap orang pasti memiliki harapan agar hidupnya tidak berjalan secara datar saja dan hidupnya akan lebih bermakna.

Manusia dan Tanggung Jawab

A.Pengertian tanggung jawab

Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia yang berarti dalam bahasa indonesia keadaaan wajib menanggung segala sesuatu yang menjadi tanggungannya. Tanggung jawab akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekuensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.

Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: "Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu."


B.Pengelompokan Tanggung jawab :

1)tanggung jawab individu terhadap dirinya pribadi.
Dia harus bertanggung jawab terhadap akal(pikiran)nya, ilmu, raga, harta, waktu, dan kehidupannya secara umum. Rasulullah bersabda: "Bani Adam tidak akan lepas dari empat pertanyaan (pada hari kiamat nanti); Tentang umur, untuk apa ia habiskan; Tentang masa muda, bagaimana ia pergunakan; Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan; Tentang ilmu, untuk apa ia amalkan."

2)Tanggung jawab manusia kepada orang lain dan lingkungan (sosial) di mana ia hidup.
Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluk yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab pada kita. Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita.


Seorang muslim tidak boleh melepas tangan (menghindar dari tanggung jawab) dengan beralasan bahwa kesalahan yang ia kerjakan adalah takdir yang ditentukan Allah kepadanya. Tanggung jawab tetap harus ditegakkan. Allah hanya menentukan suratan (tulisan) tentang apa yang akan dikerjakan manusia berdasarkan keinginan mereka yang merdeka, tidak ada paksaan. Dari sinilah manusia dituntut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan. Mulai dari hal yang sangat kecil sampai yang paling besar. "Barang siapa yang berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya pula" (al Zalzalah 7 - 8).


Macam-macam Tanggung Jawab :
a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menunrut sifat dasarnya manusia adalah mahkluk bermoral namun manusia juga seorang pribadi. Karena itu manusia mempunyai pendapat , perasaan, impian sendiri sebagai perwujudan manusia untuk berbuat dan bertindak.

b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan Masyarakat kecil, keluarga terdiri dari suami-istri , ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga tapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan , pendidikan dan kehidupan.



c. Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusai tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agat dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkat laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

d. Tanggung jawab kepada Bangsa/Negara
Setiap manusia adalah warga Negara suatu Negara .Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma norma atau ukuran ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semuanya sendiri bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.

e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga dikatakan tindakan manusia tidak lepas dari hukuman hukuman Tuhan. Yang diruangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika perungatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah perintah Tuhan. Berarti meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan terhadap Tuhan sebagai penciptanya. Bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya manusia harus berkorban.



C.Pengabdian dan Pengorbanan

Pengabdian dan pengorbanan merupakan perwujudan dari rasa tanggung jawab. Pengabdian dan Pengorbanan itu merupakan perbuatan baik untuk manusia itu sendiri.
>Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran ,pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan dari kesetiaan , cinta, kasih sayang, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan rasa ikhlas
>Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.

Kesimpulan : Pada umumnya manusia mempunyai tanggung jawab kepada sesama manusia terutama kepada Tuhan YME,dan semuanya tertuang dalam Al-Quran dan Hadist. Semua itu dapat dilakukan dengan cara menjalankan kewajiban yang telah ditentukan Allah SWT,seperti sholat, dan berpuasa serta kewajiban lain yang ada di dalam rukun Islam, dan apabila dilanggar akan mendapat balasan di akhirat. Dan pada akhirnya diri kita sendirilah yang harus mengambil sikap dengan cara memilih apakah kita akan menjadi seseorang yang bertanggung jawab ataukah menjadi orang yang acuh tak acuh dan tidak bertanggung jawab, hanya diri kita sendirilah yang dapat menjawab dan memilihnya.

shared