Friday, 21 June 2013

Hakikat Karangan Ilmiah

Pengertian Karangan Ilmiah

Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.

Ciri-ciri Karangan Ilmiah :
1.      Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2.      Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3.      Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4.      Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.


 Tahapan Penulisan Ilmiah
Bagian Awal :
-Cover : Sampul Penulisan Ilmiah.
- Lembar Pengesahan : terdiri dari nama penulis dan sumpah atas apa yang dia buat dengan sendiri ataupun tidak plagiat, surat pengesahan dari dosen pembimbing,  dosen Penguji sidang, dan Ketua Jurusan Fakultasnya.
- Abstrak : Berisikan ringkasan dari penulisan.
- Daftar Isi : Lembar halaman yg menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman.

Bagian Pokok :
BAB I :  PENDAHULUAN
- Latar belakang : Bagian ini berisikan uraian/penjelasan yang berkaitan dengan fenomena-fenomena atau alasan-alasan yang mendasari mahasiswa/peneliti memilih atau tertarik untuk meneliti tema yang ditulis. 
- Rumusan dan Batasan Masalah : Atas dasar latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, pada bagian ini mahasiswa/peneliti mulai mengidentifikasi, membatasi dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak diteliti. Setelah rumusan masalah ada, mahasiswa/peneliti dapat menterjemahkan rumusan masalah tersebut dalam bentuk kalimat pertanyaan penelitian. 
- Tujuan Penelitian : Bagian berisi tujuan penelitian yang hendak dicapai, dan hal ini seharusnya mengacu kepada rumusan dan pertanyaan penelitian yang telah dibuat sebelumnya. 
- Manfaat Penelitian : Manfaat penelitian berisikan manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian yang akan dilakukan mahasiswa/peneliti tersebut.
- Metode Penelitian :  Bagian berisikan tentang bagaimana secara ilmiah, penelitian akan dilakukan.

BAB II : LANDASAN TEORI
- Kerangka Teori : Bagian ini berisikan berbagai pengertian dan pemahaman mengenai teori yang benar-benar relevan dengan topik dan variabel. 
- Kajian Penelitian Sejenis : Sejenis Bagian ini berisikan kajian mahasiswa/peneliti terhadap hasil-hasil penelitian sejenis atau penelitian yang memiliki kesamaan topik atau variabel dengan topik atau variabel yang sedang dan akan diteliti oleh mahasiswa/peneliti.
- Alat Analisis : Bagian berisi penjelasan rinci (rumus, formulasi, langkah-langkah perhitungan, dsb.) mengenai berbagai alat analisis deskriptif dan kuantitatif yang akan digunakan dalam analisis masalah/pembahasan. 

BAB III : METODE PENELITIAN
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.

BAB IV : PEMBAHASAN
- Data dan Profile Objek Perusahaan : Bagian berisikan Data dan Profile singkat objek penelitian.
- Hasil Penelitian dan Analisis / Pembahasan : Dalam bagian ini, mahasiswa/peneliti mulai menyajikan data dan hasil penelitian dan mulai menganalisis secara deskriptif ( dengan tabel, grafik, flow, dan sejenisnya) serta mengkombinasikannya dengan analisis kuantitatif.
- Rangkuman Hasil Penelitian : Berbeda dengan kesimpulan, bagian ini berisi rangkuman hasil penelitian, yang umumnya dapat disajikan dalam tabel ringkasan hasil.

BAB V : PENUTUP
- Kesimpulan : Bagian ini berisikan kesimpulan dari hasil penelitian mahasiswa/peneliti, yang pada prinsipnya merupakan jawaban dari pertanyaan penelitian yang ada. 
- Saran : Isi yang ada pada bagian ini harus diprioritaskan pada saran terhadap butir-butir kesimpulan yang ada. 
- Keterbatasan Penelitian : Untuk beberapa kasus materi penelitian dan mungkin juga mahasiswa, bagian ini dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai keterbatasan yang ada dalam penelitian. 

Bagian Akhir :
- Daftar Pustaka : Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan.
- Daftar Simbol : Berisi deretan simbol-simbol yang digunakan dalam penulisan, lengkap dengan keterangannya. 
- Lampiran : Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, program, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik, atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.

               Petunjuk Penulisan Ilmiah, Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma.

Wednesday, 29 May 2013

Pengertian Laporan, Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah dan Topik Penelitian Yang Sedang Dijalani

Pengertian Laporan
Laporan adalah suatu bentuk penyampaian berita,keterangan,pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang dan tanggung jawab yang ada diantara mereka.

A. Laporan Formal
Laporan formal terdiri dari:
1. Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan terdiri dari:
a. Halaman judul: judul, maksud dan tujuan penulisan identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, tahun.
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/ semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Kata pengantar
f. Daftar isi
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar gambar (jika ada)
i. Daftar grafik (jika ada)
j. Abstrak (berisi uraian singkat mengenai isi laporan)

2. Bagian Isi
Uraian singkat tentang bagian ini:
a. Bab I: Pendahuluan
1) Latar belakang
2) Identifikasi masalah
3) Pembatasan masalah/ ruang lingkup penelitian
4) Rumusan masalah
5) Tujuan dan manfaat
b. Bab II: Kajian pustaka
c. Bab III: Metode penelitian
d. Bab IV: Pembahasan
e. Bab V: Penutup

3. Bagian Penutup
a. Daftar pustaka
b. Daftar lampiran
c. Indeks atau daftar istilah

B. Laporan Informal
1. Laporan kunjungan, berisi:
a. Judul laporan
b. Tujuan
c. Waktu pelaksanaan
d. Hasil yang diperoleh

2. Laporan percobaan, berisi:
a. Judul percobaan
b. Pelaksanaan (waktu dan tempat)
c. Urusan kerja
d. Data yang diperoleh
e. Kesimpulan

3. Laporan diskusi, berisi:
a. Topik
b. Moderator
c. Penyaji
d. Jumlah peserta
e. Masalah yang dibicarakan
f. Pemecahan masalah
g. Kesimpulan

Jenis-jenis Karya Ilmiah
a.Makalah
Makalah merupakan salah satu jenis karya tulis ilmiah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan perkuliahan makalah sering sekali digunakan. Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya.

b.Skripsi
Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain.  Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.

c.Tesis Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.

d.DisertasiDisertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

Dalam PI (Penulisan Ilmiah) yang sedang saya kerjakan di semester ini, saya mengambil topik dari mata kuliah perilaku konsumen.  Dalam PI ini, saya mengambil judul “Analisis Perilaku Konsumen dalam keputusan pembelian kamera DSLR CANON”. Bagaimana karakteristik, faktor- faktor, serta atribut berpengaruh bagi perilaku konsumen dalam membeli produk kamera DSLR CANON.

Sumber : sumber sumber

Tuesday, 19 March 2013

Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi  (consequence).

Ada 2 macam metode menalar yaitu metode INDUKTIF dan DEDUKTIF:

1.PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam besi, alumunium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.

Ciri-ciri penalaran induktif:
·      Menarik kesimpulan dari peristiwa – peristiwa khusus
·      Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
·      Menemukan kalimat utama, gagsan utama, dan kalimat penjelas
·      Kalimat utama dari paragraf induktif terdapat di akhir paragraf
·      Gagasan utama terdapat di kalimat utama
·      Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa – peristiwa khusus
·      Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan utama
·      Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus

Contoh Pranalar Induktif :
kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata:. setiap hewan punya mata, penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.

2. PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif terebut dapat dimulai dai suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit. 

Contoh Pranalar Deduksi secara umum:
-    semua binatang punya mata
-    srigala termasuk binatang
.:.  srigala punya mata
penalaran deduktif dapat merupakan silogisme dan entimen.        

Macam – Macam Penalaran Deduktif 
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya : 

a. Silogisme 
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan. 

Contoh Silogisme: 
Semua manusia akan mati
Amin adalah manusia
Jadi, Amin akan mati (konklusi / kesimpulan) 

b. Entimen 
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui. 

Contoh Entimen : 
Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
Pada malam hari tidak ada matahari
Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis

Ciri-Ciri Penalaran Deduktif
·         Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa umum
·         Menarik kesimpulan dari peristiwa umum
·         Kesimpulan ada di awal paragraf
·         Kalimat utama terdapat di awal paragraf
·         Selebihnya sama dengan induktif


Sunday, 2 December 2012

Seberapa Besar Pengaruh Faktor Demografi Dalam Membeli Gadget

Unsur-unsur demografi :
• Jenis kelamin
• Umur
• Hobby
• Penghasilan
• Pendidikan
• Domisili
• Wilayah
• Agama
Seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut yang melekat pada diri seseorang dalam memilih(membeli) sebuah gadget?
Pertama-tama saya ingin memfokuskan hanya dalam beberapa unsur dalam demografi saja yang saya anggap paling dominan dalam proses pemilihan suatu gadget.

A.JENIS KELAMIN
Apakah yang membuat unsur jenis kelamin (gender) dalam pemilihan saya anggap dominan? berikut alasannya:
 a.Antara laki-laki dan perempuan memiliki selera yang berbeda sebagai contoh saja, laki-laki biasanya lebih menyukai warna-warna yang netral dan kalem seperti hitam,putih, dan abu-abu, sedangkan perempuan biasanya lebih menyukai warna-warna yang cerah dan colourfull, Nah dari kedua perbedaan selera warna saja dapat mempengaruhi sesorang untuk membeli suatu barang(yang dalam konteks ini adalah gadget. 

b.Kebutuhan antara laki-laki dan perempuan dalam memilih gadget juga berbeda, biasanya perempuan lebih mengikuti keadaan trend yang sedang berlaku jadi biasanya mereka lebih membutuhkan gadget untuk mengikuti pergaulan, sedangkan laki-laki cenderung cuek terhadap trend jadi laki-laki biasanya tidak terlalu memusingkan masalah trend. oya satu lagi biasanya perempuan suka dengan bentuk-bentuk yg unik sedangkan pria lebih simple dalam pemilihan gadget. B.UMUR Ya kalau dari unsur ini sih saya mungkin tidak akan berpendapat terlalu banyak, dari umur misal anak-anak cenderung lebih mengikuti pergaulan masa kini ya biasanya sih mereka lebih memilih gadget berdasarkan pengaruh trend dari kehidupan sekitarnya, misalnya anak-anak sekarang biasanya lebih cenderung menggunakan Blackberry, berbeda dengan user dengan umur yang sudah bisa dianggap dewasa yang memilih gadget biasanya dengan pertimbangan seperti pada selera dan kebutuhan dalam mobilisasinya setiap hari.

C.PENDAPATAN/PENGHASILAN
Dari pendapatan biasanya para calon pembeli menyesuaikan budget dengan apa yang bisa dia beli dengan budget yang dia miliki, tentunya dengan mencari referensi dan spesifikasi yang mmpuni dengan budget yang mereka miliki.

D.HOBI
Dari unsur ini mungkin saya mengambil contoh dari diri saya sendiri, walaupun baru beberapa bulan saat ini saya sedang menekuni hobi fotografi tapi menggunakan kamera handphone dan Andrography(fotografi dengan menggunakan device ber-platform ANDROID), jujur saja OS android sangat membantu saya dalam hobi yang saya tekuni hingga saat ini selain mudah untuk menangkap moment(tidak usah repot membuka mentup lensa seperti kamera profesional) OS android juga memiliki banyak aplikasi yang mendukung hobi saya ini contohnya banyak aplikasi camera dan aplikasi untuk editing foto juga, mungkin di akhir post saya akan menampilkan hasil karya saya juga :D, itulah garis besar pendapat saya mengapa memilih android sebagai penunjang hobi saya.

KESIMPULAN
Menurut saya unsur-unsur dalam faktor demografi memiliki pengaruh dalam memilih gadget walaupun dengan standar perbedaan yang masih relatif, tetapi intinya ya kombinasi dari keempat unsur yang saya tonjolkan tadi demografi sangatlah berpengaruh baggi seseorang dalam memilih gadget oh iya seperti yang saya janjikan diatas untuk share hasil foto saya menggunakan kamera handphone(android dengan resolusi5MP)


 

 

Sunday, 3 June 2012

KETAHANAN ENERGI NASIONAL

Energi merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat dihindari ketercukupannya, dan sangat nyata mempengaruhi kelangsungan hidup suatu bangsa di masa sekarang dan masa yang akan datang. Energi yang bersumber dari energi fosil semakin langka. Oleh karena itu, pilihan yang paling rasional untuk ditempuh dalam mengatasi krisis energi nasional adalah dengan memperkuat kebijakan ketahanan energi melalui pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Pemerintah perlu memperkuat kebijakan ketahanan energi melalui pengembangan energi baru terbarukan guna mengatasi krisis energi nasional. Pengembangan energi baru terbarukan merupakan langkah yang harus dilaksanakan untuk menghindari krisis energi dan ancaman bagi ketahanan energi nasional kita. Saat ini perkembangan energi di Indonesia masih menitikberatkan pada energi berbasis fosil (minyak bumi, gas alam dan batubara).

Sekilas Energi Nasional

Indonesia memiliki sumber daya energi yang tak terbatas, sangat ironis jika sampai saat ini Indonesia masih tidak dapat memenuhi kebutuhan energi nasional. Selama ini penggunaan energi nasional masih didominasi oleh bensin, solar dan bahan bakar minyak lainnya yang merupakan bahan bakar fosil, penggunaan energi alternatif dan terbaurkan porsinya masih relatif kecil. Kebutuhan energi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang tidak sebanding dengan produksi (lifting)dan cadangan minyak, sehingga Indonesia terpaksa membeli (impor) minyak jadi dari pasar internasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selama ini pemerintah menanggung beban subsidi atas harga minyak dalam negeri, setiap kenaikan harga minyak di pasar internasional menambah beban subsidi yang ditanggung pemerintah. Setiap kenaikan harga minyak di pasar internasional berpotensi membebani anggaran, menyedot pos-pos alokasi anggaran lainnya untuk menutupi anggaran subsidi minyak yang jebol. Pemerintah bertanggung jawab atas kesetabilan terhadap harga ekonomis minyak nasional. Kenaikan harga minyak akan memicu kenaikan inflasi yang berdampak pada ekonomi secara keseluruhan, menekan pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya tingkat kesejahteraan masyarakat menurun.

Kebutuhan, Industri dan Teknologi

Seluruh mahluk hidup membutuhkan energi. Sumber daya energi merupakan sumber daya pokok yang mutlak harus dimiliki untuk memenuhi kebutuhan energi seseorang, sekelompok orang atau negara. Sumber daya energi di alam raya sangat berlimpah. Semua sumber daya dapat dikonversi menjadi energi, yang menjadi kendala adalah cara mengkonversinya yang harus memenuhi standar nilai ekonomi. Selama ini, bahan bakar fosil menjadi energi utama dunia. Selain menimbulkan polusi udara, cadangan minyak bumi sebagai bahan bakar fosil mengalami penyusutan. Minyak bumi bukan satu-satunya sumber daya mineral sebagai sumber energi. Sumber daya mineral baik logam maupun non logam masih banyak yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain sumber daya mineral seperti batu bara, sumber energi lainnya adalah energi alternatif. Energi alternatif adalah energi pengganti dari energi utama seperti minyak tanah, solar, batu bara bensin dan lainya yang bersumber dari bahan bakar fosil. 

Penggunaan dan Pengguna Energi

Negara bertanggung jawab atas pemenuhan sumber daya energi untuk kesejahteraan masyarakat. Energi vital yang harus dipenuhi oleh suatu negara diantaranya energi primer seperti minyak dan gas, dan energi sekunder seperti listrik. Pengguna energi dapat dibagi dalam dua kelompok, pertama kelompok rumah tangga; kedua kelompok industri. Penggunaan energi pada kelompok rumah tangga pada umumnya untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, transportasi dan penerangan. Penggunaan energi pada kelompok industri untuk memenuhi kebutuhan produksi. Pengguna energi kelompok rumah tangga tersebar di seluruh Indonesia, sedangkan untuk kelompok industri terkonsentrasi di perkotaan (daerah industri).

Pengelolaan dan Pemanfaatan Minyak dan Gas serta Sumber Daya Mineral Lainnya
Sebagai sebuah industri energi memiliki nilai ekonomi tinggi. Produk akhir yang berupa bahan bakar utama seperti bensin, solar, briket dan turunan lainnya merupakan mass product yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Penguasaan dan pengelolaan energi dan sumber daya mineral lainnya diatur dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 2:
“Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat
hidup orang banyak dikuasai oleh negara.”
dan pasar 33 ayat 3:
“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh
Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”


Negara berhak menguasai kekayaan alam termasuk migas dan sumber daya mineral lainnya, digunakan untuk kemakmuran masyarakat. Pada kenyataannya, penguasaan energi tidak sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah. Keberadaan pihak swasta nasional dan pihak asing di satu sisi membantu meningkatkan produksi minyak, gas dan sumber energi lainnya, di sisi lain sering mengabaikan prinsip keadilan dan kesejahteraan masyarakat karena perusahaan hanya berorientasi pada pencapaian laba. Penguasaan pihak asing pada sektor energi tidak terlepas dari sejarah perjalanan bangsa. Sebagai negara bekas jajahan Indonesia mewarisi perusahaan yang ditinggalkan oleh penjajah, termasuk diantaranya perusahaan minyak dan pertambangan lainnya.. Selama hampir lebih tiga puluh tahun perusahaan pemerintah yang diberikan kewenangan luas (monopoli) untuk mengelola sumber daya energi dan mineral tidak dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Sistem monopoli pasar membuat perusahaan pemerintah tidak kompetitif karena tidak efektif dan efisien. Sampai sekarang Indonesia belum mampu membangun perusahaan migas dan mineral lainnya yang kompetitif, menguasai teknologi eksplorasi, mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk seperti Shell dari Belanda, BP dari Inggris dan Petronas dari Malaysia.


Pemenuhan terhadap kebutuhan energi akan terwujud jika pengelolaan sumber daya energi dilakukan dengan benar, mendahulukan kepentingan umum dan profesional, meningkatkan mutu serta mempertimbangkan laba rugi dalam cakupan luas. Ketersediaan sumber energi sebegai sebuah produk merupakan rangkaian proses produksi yang membentuk rantai pasok, pada akhirnya menjadi sebuah industri. Ketersediaan industri dapat terpenuhi bila pemerintah membangun industri migas yang kompetitif dan memegang kendali penuh atas industri. Untuk membangun industri migas yang kompetitif dapat dimulai dengan restrukturisasi internal perusahaan sebagai berikut:

-Meningkatkan kinerja perusahaan pemerintah dengan membangun manajemen yang solid,dan meningktakan sumber daya manusia.
-Membangun industri baja, dan konstruksi lainnya yang bermuatan teknologi untuk meningkatkan eksloprasi dan pengolahan migas.
-Membangun holding atau induk perusahaan migas pemerintah. Mengintegrasikan seluruh perusahaan migas, memingkatkan koordinasi antar lini produksi untuk membentuk ratai pasok yang efisien dan industri yang kuat.


Pemerintah dapat mengintervensi langsung melalui kebijakan untuk membentuk industri migas yang kuat. Keadaan yang kondusif dalam restrukturisasi industri adalah keadaan yang kometitif dan kondusif, dalam artian persaingan tetap ada dan berjalan wajar, yang dapat tercipta dengan:


-Membuka peluang masuk bagi pihak swasta, untuk mengembangkan industri hilir pada industri migas. 
-Melakukan partenership atau joint venture dengan pihak swasta asing untuk mengembangkan industri hilir industri migas. 
-Melakukan pengawasan terhadap perusahaan di industri migas supaya mentaati regulasi yang dibuat oleh pemerintah. 
-Melakukan marger perusahaan-perusahaan kecil migas supaya lebih efisien dan tidak merusak lingkungan.

Produk migas yang bersifat masif dalam artian dibutuhkan seluruh masyarakat menjadikan masalah migas tidak terlepas ranah politik. Akomodasi kepentingan politik yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan menjalankan fungsi secara profesional akan meningkatkan kesetabilan pemerintahan. Subsidi harga BBM yang masuk dalam alokasi anggaran harus berada pada titik keseimbangan. Subsidi BBM tidak membebani anggaran dan tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Muatan kepetingan politis pada migas tidak harus berbenturan dengan muatan ekonomi, dimana migas merupakan salah satu penyumbang pendapatan negara. 

Peran Energi dalam Pembangunan Ekonomi

Energi dan sumber daya mineral berperan luas dalam pembangunan ekonomi. Energi adalah penggerak roda perekonomian yang menjadi akselerator dalam pembangunan ekonomi. Selain itu, energi dan sumber daya mineral juga sebagai sumber penerimaan negara, daya tarik investasi, penyedia lapangan kerja secara langsung maupun tidak langsung dan dapat meningkatkan kinerja pasar modal. Minyak, gas dan listrik merupakan energi yang menjadi penggerak roda perekonomian. Perencanaan pembangunan dengan estimasi pertumbuhan ekonomi tertentu membutuhkan ketersediaan minyak, gas dan listrik dalam jumlah tertentu. Pada tahun 2005-an Indonesia mengalami krisis energi. Melalui berbagai program yang salah satunya adalah program konversi energi, saat ini pemerintah sudah sanggup memenuhi kebutuhan energi untuk konsumsi rumah tangga. Keberhasilan pembangunan ekonomi yang ditunjukan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi meningkatkan kebutuhan energi. Pemerintah dituntut untuk memenuhi kebutuhan energi pada sektor produksi atau industri untuk menunjang pembangunan ekonomi sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Kesimpulan:

-Krisis energi yang terjadi di dunia khususnya dari bahan bakar fosil yang bersifat non renewabel disebabkan dari semakin menipisnya cadangan minyak bumi. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya harga BBM, sehingga mempengaruhi ketahanan energi nasional. Secara ekonomi impor minyak dan BBM yang semakin meningkat mempengaruhi kondisi keuangan negara mengingat besarnya subsidi yang harus ditanggung pemerintah. Tekanan terhadap APBN untuk subsidi BBM dan listrik yang sangat besar merupakan salah satu indikasi rentannya ketahanan energi nasional yang dalam jangka panjang dapat mengganggu stabilitas pembangunan nasional. 
-Letak geografis Indonesia secara alamiah memberi keuntungan yang besar berupa tersedianya berbagai sumber energi alternatif yang sangat potensial untuk dikembangkan dan memiliki cadangan yang melimpah, seperti gas bumi, tenaga air, panas bumi, energi surya, gelombang laut, arus, angin dan lain-lain. Pemanfaatan energi alternatif tersebut sampai saat ini belum optimal karena kendala teknologi, investasi, komitmen danpolitical will dari stakeholders terkait. Apabila sumber energi alternatif ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, maka dapat digunakan sebagai substitusi energi minyak bumi, sehingga Indonesia terhindar dari ancaman kelangkaan BBM dan energi. 
-Dengan keterbatasan sumber energi tak terbarukan, maka untuk memenuhi kebutuhan energi di masa mendatang, harus diterapkan konsep bauran energi (mix energy) yaitu bauran antara energi migas dan energi alternatif serta harus lebih mengarah kepada energi berbasis teknologi (technology base), dibandingkan dengan energi berbasis sumber daya(resource base) yang bersifat tidak terbarukan. Dengan demikian akan terjadi kolaborasi yang akan mampu menjaga ketersediaan energi nasional yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan pembangunan ekonomi. Kolaborasi tersebut juga akan semakin meningkatkan ketahanan energi nasional yang pada gilirannya akan memperkokoh ketahanan nasional.
Sumber

shared